Dengan perkembangan zaman di dunia pendidikan yang terus berubah dengan signifikan sehingga banyak merubah
pola pikir pendidik, dari pola pikir yang awam dan kaku menjadi lebih modern.
Hal tersebut sangat berpengaruh dalam kemajuan pendidikan di Indonesia. Dengan Semakin berkualitas dan modernnya pendidikan yang
diberikan kepada penduduknya, maka semakin maju pula negara tersebut.
Di Indonesia, pemerataan dalam bidang pendidikan belum
sepenuhnya tercapai. Banyak fasilitas pendidikan masih terpusat di kota-kota
besar, sedangkan untuk daerah-daerah terpelosok masih sangat minim bahkan belum
terjamah sekalipun. Hal ini sangatlah disayangkan, karena seharusnya fasilitas
pendidikan di daerah-daerah pelosok haruslah sama dengan yang berada di kota-kota
besar atau maju.
Akibat dari fasilitas pendidikan yang belum merata tersebut,
menjadikan ketimpangan kualitas sumber daya manusia antara di daerah dan di
kota. Inilah yang menjadikan Indonesia tertinggal dari negara lainnya. Hal ini
tidak bisa diabaikan, karena pemerataan pendidikan memegang peran penting untuk
meningkatkan perekonomian Indonesia ke depan.
Pemerintah, swasta, NGO(Non Government Organization), dan berbagai element wajib bersama-sama berperan dalam
memajukan pendidikan di Indonesia. Wujud nyata itu harus di jalankan dalam
bentuk tindakan nyata bukan hanya sekedar ucapan atau janji-janji palsu belaka.
Dalam mewujukan aksi nyata ini lahirlah program adik asuh.
Program adik asuh ini sudah di jalankan di beberapa kota, di antaranya di
Cililin Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Agar gerakan ini meluas dan bisa dirasakan oleh anak-anak di
Indonesia dengan menyalurkan bantuan berupa paket alat sekolah untuk anak-anak
di pedalaman Nusa Tenggara Timur. Bantuan ini bertujuan untuk memberikan
semangat kepada anak-anak agar semakin giat dalam belajar.
Alat alat sekolah, alat tulis, sepatu, tas serta seragam
sekolah. Bagi masyarakat kota, ini mungkin bukan sesuatu yang berarti. Akan
tetapi bagi siswa di pelosok NTT ini sangat dinantikan. Karena sehari-hari
mereka pergi ke sekolah dengan seragam yang lusuh, kantong kresek, dan tanpa
alas kaki. Bantuan yang akan diberikan berupa perlengkapan sekolah yang terdiri
dari sepatu, tas, seragam sekolah, dan alat tulis sebanyak 58 paket, yang akan
langsung didistribusikan untuk siswa SDI Lokom di Kampung Lokom, Desa Terong,
Kecamatan Satarmese Barat, Manggarai, Nusa Tenggara Timur.



















0 komentar:
Posting Komentar