Singkawang- Akibat sering terjadinya tawuran antar
pelajar dibeberapa daerah akhir-akhir ini, maka Kota Singkawang khususnya, maka
Dandim 1202/Singkawang Letkol Inf Robby Lukman Leksana berinisiatif melakukan
pembinaan diseluruh sekolah-sekolah yang ada di wilayah yang menjadi tanggung
jawabnya.
“Tujuan
pembinaan ini untuk agar pelajar tidak lagi melakukan hal-hal yang di luar
kewajaran sebagai siswa/siswi sekolah serta mengelimir aksi tawuran yang
tentunya merugikan diri sendiri maupun sekolah,” jelas Danim, kemarin.
Program turun
ke sekolah ini, kata dia, bagi jajaran Kodim 1202/ Singkawang sudah dilakukan
dari tahun-tahun sebelumnya. Di mana, lanjut dia, program ini untuk memotivasi
pelajar di tingkat SMP/MTsN, SMA/SMK dan MAN agar bersungguh-sungguh belajar
menghadapi tantangan di masa depan.
“Senin
kemarin, Danramil 1202-11/Singkawang Kapten Inf M. Sianipar bertindak selaku
Pembina Upacara di SMA Negeri-1 Singkawang,” kata dia.
Ditambahkan
Kapten Inf M. Sianipar. Dia mengajak pelajar agar bersungguh-sungguh belajar
guna kesiapan menghadapi Ujian Nasional (UN) yang sudah semakin dekat. “Sudah
saatnya untuk mempersiapkan diri dengan baik dan memfokuskan diri untuk tekun
belajar sehingga dapat lulus dengan hasil yang baik,” kata dia mengingatkan.
Lebih lanjut
Kapten Inf M. Sianipar menjelaskan tentang 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara
NKRI yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhineka
Tunggal Ika serta 3 unsur pokok dalam wawasan kebangsaan yaitu rasa kebangsaan,
paham kebangsaan dan semangat kebangsaan. “Rasa kebangsaan merupakan sublimasi
dari Sumpah Pemuda yang menyatukan tekad menjadi bangsa yang kuat, dihormati
dan disegani diantara bangsa-bangsa di dunia,” jelas dia.
Paham kebangsaan,
lanjut dia, merupakan komitmen bersama yang benar-benar dilandasi dengan
semangat kebersamaan, senasib dan sepenanggungan.
“Sedangkan
semangat kebangsaan merupakan perpaduan antara rasa dan semangat kebangsaan. Semangat
kebangsaan akan terpancar dari kualitas dan ketangguhan bangsa dalam menghadapi
berbagai ancaman,” kata dia. Sementara itu, menjadi pembina upacara di
sekolah-sekolah di wilayah Singkawang dilaksanakan rutin sekali dalam sebulan
yang dilaksanakan secara bergiliran.
Sumber: Pontianak Post



















0 komentar:
Posting Komentar